Eyanghakimi’s Weblog
Just another WordPress.com weblog

Sep
28

setumpuk buku menemani aku

dalam kamar pengap tempat segala rindu

aku merangkak pada setiap lembaran

di sepotong malam di bulan agustus

aku ingin coba berkata

matamukah mataku

tanganmukah tanganku

hidupmukah hidupku

dari mana kita mulai

atau kita telah mulai

degup dalam dada meledak

sesak

akan berakhirkah sebelum kita bertemu

hitam dalam kelam malam tanpa bulan

1977

Sep
27

maka berkatalah sang penentu

ada maka ada

tiada maka tiada

maka ada nama-nama

maka ada apa-apa

maka tak ada apa-apa

maka dialah sang penentu ada tiada

bagi yang perlu ada atau tiada

maka manusia makan manusia

dalam selubung cinta-cinta


1977

Sep
27

sampailah aku ke hari ini

hari berpadang dan bergunung

hari aku mereguk hausku

segala resah berlalu sudah

cintaku telah berbuah

musim bunganya tinggal kenangan

subur dalam cemburu

semarak dalam sesal dan menyesal

mari kita buat lagu

syair cinta kita gubah

setiap kali ada yang bertanya

ini siapa punya

1976

Sep
27

pergi lalu datang lagi

hari-hari tambah rombeng

retak-retak matahari

retak-retak bulan

retak-retak bumi

makin ketemu

makin retak matahari

makin retak bulan

makin retak bumi

makin bosan ketemu dengan

makin banyak rombeng

makin banyak bopeng

makin banyak topeng

pergi lalu datang lagi

hari-hari tambah rombeng

hidup ini batang sepanjang jalan

berputar di bumi melengkung

tak berujung

batang ini batang itu

sama-sama menunggu rapuh

kejamkah waktu

ganaskah ruang

doa-doa batang hidup

ke mana engkau sampai

1976

Sep
26

memburu seribusatu tentang engkau

tak akan jadi meski ada hambar

tulisanku jika bisa disebut ada

hanya cerita

sudah ada awal dan akhir yang pasti


manis madu tak semanis paham jatiku

pahit empedu tak sepahit paham hatiku

kecilku dalam besar besarku dalam kecil

jauhku dalam dekat dekatku dalam jauh

tangisku dalam senyum senyumku dalam tangis

tolakku dalam terima terimaku dalam tolak

akuku engkau

engkaumu aku


1975