setumpuk buku menemani aku
dalam kamar pengap tempat segala rindu
aku merangkak pada setiap lembaran
di sepotong malam di bulan agustus
aku ingin coba berkata
matamukah mataku
tanganmukah tanganku
hidupmukah hidupku
dari mana kita mulai
atau kita telah mulai
degup dalam dada meledak
sesak
akan berakhirkah sebelum kita bertemu
hitam dalam kelam malam tanpa bulan
1977
Categorized in Uncategorized
Tags: puisi ke 5
maka berkatalah sang penentu
ada maka ada
tiada maka tiada
maka ada nama-nama
maka ada apa-apa
maka tak ada apa-apa
maka dialah sang penentu ada tiada
bagi yang perlu ada atau tiada
maka manusia makan manusia
dalam selubung cinta-cinta
1977
Categorized in Uncategorized
sampailah aku ke hari ini
hari berpadang dan bergunung
hari aku mereguk hausku
segala resah berlalu sudah
cintaku telah berbuah
musim bunganya tinggal kenangan
subur dalam cemburu
semarak dalam sesal dan menyesal
mari kita buat lagu
syair cinta kita gubah
setiap kali ada yang bertanya
ini siapa punya
1976
Categorized in Uncategorized
pergi lalu datang lagi
hari-hari tambah rombeng
retak-retak matahari
retak-retak bulan
retak-retak bumi
makin ketemu
makin retak matahari
makin retak bulan
makin retak bumi
makin bosan ketemu dengan
makin banyak rombeng
makin banyak bopeng
makin banyak topeng
pergi lalu datang lagi
hari-hari tambah rombeng
hidup ini batang sepanjang jalan
berputar di bumi melengkung
tak berujung
batang ini batang itu
sama-sama menunggu rapuh
kejamkah waktu
ganaskah ruang
doa-doa batang hidup
ke mana engkau sampai
1976
Categorized in Uncategorized
memburu seribusatu tentang engkau
tak akan jadi meski ada hambar
tulisanku jika bisa disebut ada
hanya cerita
sudah ada awal dan akhir yang pasti
manis madu tak semanis paham jatiku
pahit empedu tak sepahit paham hatiku
kecilku dalam besar besarku dalam kecil
jauhku dalam dekat dekatku dalam jauh
tangisku dalam senyum senyumku dalam tangis
tolakku dalam terima terimaku dalam tolak
akuku engkau
engkaumu aku
1975
Categorized in Uncategorized